
Merti bumi?
Ya memang kata kata yang kurang eksis di kalangan masyarakat umum. merti bumi merupakan perpaduan antara adat jawa dengan adat islam. Merti Bumi itu sendiri berasal dari bahasa Jawa yaitu “Petri” yang berarti memetri (memelihara) dan “Bumi” (tanah).
Sifat tradisional masyarakat desa Wonokerto pada umumnya dan dusun Tunggul Arum pada khususnya tampak dalam sikap hidup masyarakat sehari-hari yang mana sifat gotong royong, tolong menolong masih dijunjung tinggi oleh semua anggota
masyarakat.memang masyarakat wonokerto tergolong masyarakat yang (gyub rukun ) terhadap sesama. dan sifat tersebut kental dengan sifat orang jawa yang lembah manah.
Tujuan merti bumi sendiri yaitu untuk mensyukuri nikmat tuhan atas pemberian hasil panen nya, dan berharap menjadi panen yang penuh barokah..
upacara ini diadakan 1 tahun sekali. biasanya diadakan di awal tahun atau akhir tahun. dalam acara ini diadakan berbagai wahana bermain seperti pasar malam dan lain - lain. namun inti dari merti bumi adalah mengarak hasil hasil bumi yang mereka panen. dan kemudian hasil panen tersebut akan diletakkan disuatu tempat. dan kemudian dapat dijarah untuk ma
syarakat umum.satu hal yang unik dalam acara ini adalah , adanya gunungan salak pondoh. memang penghasilan utama di wonokerto ini adalah salak pondoh...
Banyak juga wisatawan luar daerah yang menyaksikan acara ini..
bagiANDA yang MINAT melihat acara ini dapat langsung menuju TKP yaitu di
kelurahan WONOKERTO, TURI , SLEMAN, YOGYAKARTA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar